Metode ini merupakan sebagian kecil dari banyak cara yang bisa kita lakukan dengan feature-feature mikrotik, sekali lagi ini merupakan metode yang paling simpel dan sederhana yang saya temukan.
Contoh kasus:
Misalnya beberapa port yang umum diincar untuk di “Coba²” yaitu : FTP/(21), SSH/(22) Telnet/(23) atau mungkin port 80 yang secara default digunakan untuk login via webbox. biasanya para attacker menggunakan metode Dictionary Attack atau Brute force attack melalui akses telnet contohnya,..
Jika yang mencoba cuma sekali atau dua kali, mungkin gak terlalu bermasalah, asal mereka tidak menemukan password yang benar. Tetapi jika sudah berulang-ulang dan sering, ini cukup berbahaya dan mungkin juga akan menggangu trafik internet kita dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, apalagi bandwidth yang kita mliki cukup kecil. Bagaimana solusinya ?, ada beberapa yang bisa dilakukan antara lain :
- Menutup Port-port secara penuh dan tidak bisa diakses dari manapun (IP -> Service) Disabled.
Misalnya menutup Port di Router : Telnet, ftp, ssh, www, www-ssl, api dan hanya Winbox yang terbuka. (bisa melalui console atau winbox)
/ip service set telnet address=0.0.0.0/0 disabled=yes port=23 set ftp address=0.0.0.0/0 disabled=yes port=21 set www address=0.0.0.0/0 disabled=yes port=80 set ssh address=0.0.0.0/0 disabled=yes port=22 set www-ssl address=0.0.0.0/0 certificate=none disabled=yes port=443 set api address=0.0.0.0/0 disabled=yes port=8728 set winbox address=0.0.0.0/0 disabled=no port=8291
- Membatasi Akses port untuk IP tertentu saja.
Service : Telnet, ftp, ssh, www, www-ssl, api dan hanya Winbox hanya bisa diakses dari network lokal 192.168.0.0/24 (dari IP 192.168.0.1 – 192.168.0.254)
/ip service set telnet address=192.168.0.0/24 disabled=no port=23 set ftp address=192.168.0.0/24 disabled=no port=21 set www address=192.168.0.0/24 disabled=no port=80 set ssh address=192.168.0.0/24 disabled=no port=22 set www-ssl address=192.168.0.0/24 certificate=none disabled=no port=443 set api address=192.168.0.0/24 disabled=no port=8728 set winbox address=192.168.0.0/24 disabled=no port=8291
- Men-Drop IP yang “diduga” usil dan membahayakan ( bisa dilihat dari Log yang ada di Router)
Misal : Mendrop IP 192.168.76.2 agar tidak bisa masuk melalui port 22 (SSH)
/ip firewall filter add action=drop chain=input comment=”" disabled=no dst-port=22 protocol=tcp \ src-address=192.168.76.2
- Mengganti service port Web admin Mikrotik. diganti dari port 80 ke Port 3001
/ip service set www address=0.0.0.0/0 disabled=no port=3001
Keterangan : Set Service www (mikrotik) bisa diakses dari mana saja (0.0.0.0/0), Statusnya Aktif (disabled=no) dan menggunakan port 3001. Jadi kalau mau login ke Mikrotik via Webbox, termasuk melihat Grafik dll masuk ke http://IPRouteranda:PORT (misal http://192.168.0.1:3001).
metode ini adalah salah satu cara untuk meminimalisir tindakan-tindakan yang tidak diinginkan, dengan cara yang simple dan sesederhana mungkin. sebenarnya masih banyak cara yang bisa kita lakukan dengan mikrotik, salah satunya untuk mendrop port-port yang biasanya disusupi oleh virus, trojan, backdoor, & worm melalui pemfilteran ( di drop ),… nanti mungkin akan saya coba untuk menuliskannya.
sekian dari saya,
… semoga bermanfaat.















